Sabtu, 13 Juli 2013

Jang Ok Jung : Between Fate, Love and Life

Gue baru aja menamatkan drama Jang Ok Jung : Live In Love yang membuat gue semakin penasaran serta tertarik dengan sosok Selir Raja Sukjong yang terkenal sepanjang masa sebagai Selir tercantik sepanjang sejarah Joseon ini, Jang Ok Jung. Kehidupannya sudah diangkat berkali-kali ke dalam berbagai drama sejarah Korea dan juga film layar lebar dan misteri tentang hidupnya memang sungguh amat dikenal. Jika Inggris punya Lady Diana, maka Korea punya Lady Jang Ok Jung atau lebih familiar dengan gelar Jang Hee-bin. Dan drama produksi SBS ini menjadi versi ke-9 yang menggambarkan tentang kehidupan Lady Jang Hee-bin ini sendiri. Walaupun rating drama ini tak begitu baik, tapi drama ini cukup membuat gue terpukau dan penasaran dengan sehebat dan secantik apa Lady Jang ini sendiri. Andaikan gue bisa hidup di jamannya, gue bakal beruntung banget karena bisa ketemu dan melihat wajah dari Jang Hee-bin ini sendiri.
Allright, mari kita langsung saja ke intinya. . .
Perhatian! Postingan di bawah ini merupakan pendapat serta opini dari gue selaku penulis posting ini, harap maklum :D
Jang Ok Jung dan Istana
Menurut catatan sejarahnya, Jang Hee-bin yang memiliki nama kecil Jang Ok Jung, merupakan puteri seorang budak Tuan Jo Sa Seok yang terkenal, Lady Yoon. Yang Mulia juga merupakan keponakan pedagang kaya raya bernama Jang Hyun dan adik perempuan satu-satunya dari Jang Hee Jae. Semua fakta ini tercatat di dalam hampir semua drama tentang dirinya. Lantas, bagaimana Ok Jung bisa bertemu dan menjadi Selir dari Raja Sukjong. Berdasarkan fakta, Pangeran Dongpyung yang merupakan sepupu dari Raja Sukjong yang disingkirkan oleh Ratu Suri Myeongseong karena berdiri di belakang Fraksi Soron saat itu mempromosikan dirinya untuk menjadi pelayan istana di istana Ratu Suri Jangryeol yang telah hidup selama 3 generasi Raja sebelum Sukjong dengan maksud untuk membangkitkan kembali kejayaan Fraksi Soron dalam pemerintahan yang telah dikuasai oleh Fraksi Noron dikepalai oleh Ratu Suri Myeongseong, ibunda Sukjong. Fakta ini tercatat dalam beberapa drama dan film tentang dirinya, namun dalam drama terbarunya Ok Jung dibawa ke dalam istana sebagai pelayan di tempat jahit di bawah Tuan Jo Sa Seok atas permintaan Ratu Suri Jangryeol. Dirinya memang sejak awal dipersiapkan untuk menjadi Selir Sukjong terlebih saat Ratu Ingyeong, isteri pertama Sukjong meninggal karena terserang campak, Fraksi Soron mulai bergerak untuk membawa Ok Jung ke atas tahta. Walaupun awalnya Ratu Suri Myeongseong sangat menentang Ok Jung menjadi Selir Sukjong dengan membawa Puteri Min Yoo Jung, Ratu Inhyeon, ke atas tahta, namun Ok Jung dan Soron memiliki rencana yang membuat Fraksi Noron menyerah juga, yaitu dengan mencuri perhatian Raja lewat cinta dan kasih sayang yang ia berikan dan dengan kepercayaan penuh dari Raja sendiri, ia perlahan mendapatkan apa yang dirinya inginkan.
Ok Jung dan Cinta
Wanita adalah makhluk yang hidup untuk cinta, begitulah Jang Ok Jung. Banyak cerita fiktif bahkan sejarah mengatakan bahwa ia adalah wanita yang sungguh dicintai oleh Raja Sukjong, bahkan hingga hari kematiannya, Sukjong tetap menangis untuk kepergiannya dan hatinya begitu sakit melihat Ok Jung menjalani hukumannya. Apa yang membuat ia begitu berharga bagi Sukjong sendiri? Menurut sejarah, pertemuan pertama Sukjong dan Ok Jung adalah saat Sukjong mengunjungi kediaman Ratu Suri Jangryeol dalam sebuah acara kunjungan keluarga yang mungkin saat itu rutin dilakukan oleh Raja Joseon sebagai rasa penghargaannya kepada para tetua di istana. Sukjong tertarik pada kecantikannya dan lalu menjadikan dirinya seorang Dayang Istana Spesial yang kemudian dipromosikan ke gelar Suk-won, lalu So-ui dan saat melahirkan Pangeran Lee Yoon, dirinya dipromosikan menjadi Hee-bin, hingga beberapa bulan kemudian menjadi Ratu Korea menggantikan Inhyeon yang digulingkan, kemudian selang 4 tahun kemudian dipulihkan menjadi Hee-bin saat Ratu Inhyeon mendapatkan mahkotanya kembali karena merupakan ibu dari Putera Mahkota. Berdasarkan drama dan cerita fiktif tentang dirinya, Sukjong menyukai Ok Jung bukan hanya karena kecantikannya, namun pula karena kecakapannya dalam berbicara dan kepintarannya dalam berpolitik dan Sukjong lebih senang berbagi pendapat tentang politik bersama dengan Ok Jung dibandingkan dengan Ratu Inhyeon yang lebih sering menghabiskan waktu bersama Ratu Suri Myeongseong. Mungkin karena ini lah, dirinya begitu disayangi oleh Sukjong dan dapat ditarik kesimpulan jika Ok Jung bukan hanya cantik, namun juga cerdas.
Ok Jung dan Ambisi
Banyak yang mengungkapkan bahwa ambisinya merupakan titik kehancuran dari Jang Ok Jung yang membuat dirinya ditinggalkan oleh pengikutnya dan bahkan berakhir dengan hukuman mati untuk dirinya. Dilihat dari sejarah dan semua cerita tentang dirinya, tidak ada fakta yang mengungkapkan apa sebenarnya yang membuat Ok Jung begitu berambisi untuk memenangkan posisi Ratu dan Putera Mahkota sebagai miliknya. Namun, gue mempunyai cukup alasan untuk mengatakan bahwa Jang Ok Jung wajar melakukan semua hal itu. Dilihat dari latar belakang hidupnya. Yang membuat stratanya rendah adalah dirinya adalah puteri dari seorang budak yang digosipkan tak memiliki ayah yang jelas, namun jalan terang menuntunnya untuk melangkah jauh menuju strata yang lebih tinggi dan menjadikan dirinya bangsawan yang luar biasa dihargai hingga saat ini. Perhatian dan kasih sayang Sukjong yang besar terhadapnya pada awalnya mungkin tak begitu ia hiraukan, namun sebagai wanita ia akan tetap cemburu dan iri di saat suami yang begitu ia cintai menghabiskan malam bersama wanita lain, di saat-saat inilah mungkin Ok Jung mulai mencintai Sukjong dalam hatinya dan kelak berpikir untuk memonopoli kasih sayang Sukjong terhadap dirinya dengan melahirkan seorang penerus tahta dan bahkan bersanding sebagai Permaisuri Raja dengan menyingkirkan semua halangan yang ada di hadapannya dengan berbagai cara, namun di sisi lain ada pendapat juga yang mengatakan bahwa dirinya merupakan alat dari Fraksi Soron untuk mengembangkan pengaruh mereka dalam istana. Tapi menurut gue pendapat pertama adalah yang paling mungkin. Selanjutnya, nalurinya sebagai seorang Ibu yang harus melindungi anaknya. Posisi Pangeran Lee Yoon yang saat itu merupakan Putera Pertama Sukjong yang memang akan Sukjong limpahi sebagai penerusnya yang sah, sangat ditentang keras oleh Fraksi Noron yang dikepalai oleh Ratu Inhyeon saat itu dengan alasan merupakan putera dari selir kelas rendah. Bisa kita ketahui bagaimana posisi Ok Jung saat itu. Ia begitu frustasi, namun harus tetap kuat demi mempertahankan puteranya yang terancam dikeluarkan dari istana, mungkin di saat itu lah Ok Jung berpikir untuk mulai menggunakan pengaruhnya terhadap Sukjong untuk mempertahankan Puteranya. Ia sebagai seorang Ibu akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan puteranya walaupun itu harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Ok Jung dan Inhyeon
Baik dalam sejarah maupun dramanya permusuhan antara Jang Ok Jung dan Ratu Inhyeon seakan kekal abadi. Seperti 2 lawan abadi yang tak ada habisnya. Bagaimana permusuhan itu bermula? Gue menganggap permusuhan antara Jang Ok Jung dan Ratu Inhyeon itu sepertinya sudah menjadi takdir tersendiri dalam hidup Yang Mulia Jang Hee-bin ini. Dimulai dari kebencian Ratu Suri Myeongseong terhadap dirinya dan lebih menyayangi Ratu Inhyeon. Jika kita melihat secara manusiawi, wanita mana yang tak sakit hati saat dibenci dan dimusuhi oleh ibu mertuanya sendiri dan nyatanya lebih menyayangi wanita lain yang jelas-jelas tak memiliki hak atas itu. Mungkin dari sinilah kebencian Ok Jung terhadap Inhyeon bermula. Ia merasa iri dengan Inhyeon yang mendapat tempat istimewa di dalam hati Ibu Mertuanya itu. Kebencian itu semakin mendalam saat ia tahu Inhyeon yang mendapat peringkat sebagai menantu kesayangan Ratu Suri yang mungkin saat itu besar kepala mulai menyerangnya secara politik dan pribadi. Mungkin. Selanjutnya masalah melahirkan penerus tahta, Ok Jung jelas-jelas akan memenangkan hal kali ini, namun ketakutannya akan haknya sebagai ibu atas Pangeran Lee Yoon direbut membuatnya semakin membenci Inhyeon. Disinilah timbul ambisi dalam kebenciannya terhadap Ratu untuk merebut mahkota Ratu itu sendiri menjadi hanya miliknya. Di dalam banyak drama tentang dirinya yang juga menceritakan bagaimana hebatnya permusuhan antara keduanya memberikan pencitraan tentang Inhyeon yang selalu menjadi Ratu 'innocent' yang tak bisa melawan Ok Jung dengan tangannya sendiri. Mungkin karena ke-innocentan Inhyeon ini lah, Ok Jung merasa lawannya sangat mudah untuk disingkirkan dan memang tanpa Ratu Suri di belakangnya, Inhyeon merupakan lawan yang mudah untuk ditaklukan yang membuat Ok Jung semakin yakin bahwa dirinya bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, termasuk memonopoli Sukjong dan Istana.
Ok Jung dan Akhir Kisahnya
Kisah Jang Ok Jung memang begitu populer, luar biasa, dan penuh drama yang begitu membuat gue tergugah. Begitu menarik. Wajar saja, cerita tentang dirinya tak pernah lekang oleh waktu bahkan lebih poluper dibandingkan Selir-selir Raja Joseon lain yang begitu terkenal. Namun tetap saja sebuah kisah pasti memiliki akhirnya, begitu pula dengan cerita Jang Ok Jung. Berdasarkan sejarah dan drama tentang kehidupannya, Jang Ok Jung harus mengakhiri hidupnya dengan meminum racun sebagai hukuman atas dosanya. Ia tertangkap basah sedang menari, bersukaria, berdoa dan menjampi-jampi kematian Ratu Inhyeon oleh pria yang paling ia cintai, Raja Sukjong. Namun, drama versi terbarunya membuat pandangan lain dengan Ok Jung yang difitnah menjampi kematian Inhyeon oleh Selir Sukjong lainnya, Choi Sook-bin. Kemungkinan kedua itu cukup masuk akal mengingat tak ada yang tahu sosok pencitraan sebenarnya dari Lady Choi Sook-bin sendiri yang merupakan bayangan Jang Ok Jung di setiap jalan hidupnya sebelum ia mati. Namun, menurut pandangan gue sendiri Jang Ok Jung sesungguhnya memiliki alasan tersendiri tentang ini. Diketahui, tak berapa lama setelah Ratu Inhyeon kembali ke Istana, Ratu jatuh sakit dengan penyakit yang sangat berbahaya hingga tak ada satu pun tabib pada jaman itu berani mengungkapkan apa penyakit yang sedang Ratu derita. Ok Jung yang saat itu, mungkin, sangat terluka dan sakit hati atas perlakuan Sukjong yang ia anggap tak adil padanya begitu frustasi dan akhirnya dibutakan dengan mengikuti aliran hitam bersama Ibu dan abangnya. Tujuannya hanya satu, menyingkirkan Inhyeon yang ia anggap tak pantas mendapatkan kembali kursi Permaisuri sekaligus untuk memonopoli Sukjong dan Istana. Ok Jung hanya tak ingin dirinya harus kalah seperti ini saja. Ia hanya ingin melindungi apa yang ia anggap menjadi haknya. Namun, hingga akhir dirinya tetaplah wanita yang paling dihormati oleh Sukjong dan mungkin itu semua sudah cukup untuk membuat dirinya memilih pergi dengan cara membunuh dirinya sendiri.
Wanita tegar dan kuat, Jang Ok Jung
Jang Ok Jung sungguh legenda hidup yang luar biasa dari Korea. Siapa yang tak kenal dirinya. Banyak versi mengenai hidupnya entah dari segi protagonist maupun antagonistnya, Jang Ok Jung sungguh luar biasa. Hidupnya, Dirinya, Cintanya, Perjuangannya, Keambisiannya tak pernah lekang oleh waktu. Gue berharap cerita tentang hidupnya tak pernah habis dan akan terus ada Ok Jung-Ok Jung lainnya yang akan kembali menggugah pandangan hidup seluruh wanita di seluruh dunia. Bahwa menjadi seorang wanita sesungguhnya LUAR BIASA.
Jang Hee-bin (Jang Ok Jung) Tomb
Sources : Many Sources

-Giovani Trixie S.-