Selasa, 26 Februari 2013

Chang Wook di MV Speed That's not my fault dan It's Over

Di entri sebelumnya, gue pernah nulis tentang film terbaru Chang Wook oppa dan waktu gue browsing2 kemaren gue nemuin klo itu bukan film, tapi Movie Video rilisan boyband Korea Selatan baru bernama Speed. MV itu dibagi menjadi 2 bagian, yaitu That's not my fault dan It's Over, mengambil latar Korea pada tahun 80-an dimana peperangan masih terasa sangat kental, tentara dimana-mana, ketidakadilan merajalela dan alat-alat berat yang menguasai jalanan. Chang Wook oppa membintangi MV ini bersama dengan Park Bo Young, Ha Suk Jin dan Son Na Eun-A Pink. Kabarnya MV ini meraup biaya 750 miliar won (klo di rupiahin berapa ya? -_-) karena jumlah kendaraan-kendaraan baja semacam tank dan kru pembuatannya benar-benar sangat professional. Wow. Kalah-kalah film box office deh biayanya. Wkwkwk.
Diceritakan di dalam MV, Ji Chang Wook dan Ha Suk Jin adalah kepala dari 2 geng pembuat onar di sekolah mereka yang saling bermusuhan. Suatu hari, Chang Wook yang sedang dalam perjalanan pulang tertarik oleh sosok polos dan anggun Park Bo Young yang satu bis dengannya. Saat Bo Young turun dari bis untuk pulang ke rumahnya, Chang Wook mengikutinya dari belakang karena penasaran dengan tempat tinggal Bo Young. Saat ia mengikuti Bo Young secara tak sengaja ia melihat 3 orang tentara menyerang Bo Young dan hendak membawa gadis itu pergi. Spontan, Chang Wook menyelamatkan Bo Young tanpa pikir panjang dan langsung membawa gadis itu pergi sejauh-jauhnya ke tempat yang aman. Bo Young merasa sangat berterimakasih kepadanya apalagi Chang Wook dengan lembut membalut luka di kakinya (huaaaaaa, ngiriiii). Setelah itu, keduanya pun saling tersipu-sipu malu dan mulai berkenalan serta menjalin hubungan asmara. Hingga akhirnya, Chang Wook tahu bahwa Bo Young adalah adik perempuan Ha Suk Jin, musuhnya. Awalnya, Suk Jin tidak setuju dengan hubungan Chang Wook dan Bo Young, namun saat Suk Jin sedang tertimpa masalah karna menyelamatkan Son Na Eun dari para tentara hidung belang dan diselamatkan oleh Chang Wook, ia pun berubah pikiran dan akhirnya malah bekerjasama dengan Chang Wook untuk memprotes segala bentuk ketidakadilan yang terjadi di depan mata mereka. Chang Wook dan Suk Jin diikuti oleh para anggota geng mereka pun melakukan aksi protes demi melindungi orang-orang yang mereka cintai dan juga menyelamatkan Son Na Eun yang kembali ditangkap oleh para tentara (gue juga gak ngerti ini tentarakenapa pada nangkepin anak-anak gadis gitu -_-). Sayangnya di akhir MV That's not my fault si Ha Suk Jin meninggal karena ditembak oleh tentara-tentara yang berdiri lengkap dengan senjata mereka di hadapan mereka. Ternyata senjata itu bukan hanya untuk menggertak Chang Wook dan Suk Jin, tetapi benar-benar ditembakkan kepada mereka (sereeemmmm). Dan lalu MV itu ditutup dengan tangis sedih dari Park Bo Young, Son Na Eun dan of course, uri oppa, Chang Wook. Dan bersambung pada MV kedua, It's Over.
MV kedua diawali dengan Chang Wook yang berdiri di atas sebuah bus memegang terompet dan menatap penuh dendam pada para tentara yang berdiri di hadapannya dengan senjata yang sewaktu-waktu dapat diarahkan padanya dikelilingi oleh banyak masyarakat, tua hingga muda berdiri di sekitar bus tempat Chang Wook berdiri. Sementara Bo Young sedang menunggu di rumahnya dengan tegang pasalnya ia harus melepas kekasihnya di medan perang (wualah...). Chang Wook memainkan terompetnya dan suara terompet itu sumpah bikin gue meruinding waktu nontonin MV-nya. Wkwkwk. MV kedua kurang menarik dibanding yang pertama karena dipenuhi dengan kontra yang membuat jantung deg-degan banget tapi Chang Wook menebar pesona dengan kesan bad boy nya yang bikin gue geregetan. Hahaha. Di akhir MV diceritakan bahwa Chang Wook juga gugur di medan perang dan Bo Young kini hanya tinggal bersama dengan Son Na Eun. Wuahhhh. Seandainya ini MV bener-bener jadi film gitu gak akan gue lewatin ini film. Kereeeeennnnn. Andai Indonesiaku bisa bikin MV sekeren ini juga. Hmmmmm. Ayo, donk para pembuat film jangan kalah kreatif sama orang Korea sono. Gue bakal tungguin orang-orang kreatif Indonesia masa depan.

-Giovani Trixie-

Minggu, 17 Februari 2013

Gue habis mengkhayal gimana kalo gue buat cerita horror yang penuh pemikiran dan berhubungan dengan cerita-cerita ala saeguk gitu berhubung gue suka banget sama film-film berat semacam saeguk. Pemikiran kayak gini muncul setelah gue nyelesain drama Arang and The Magistrate yang lalu buat gue ngayal abis nontonnya gimana klo gue ketemu kisah macam itu di dunia nyata. Dan gue lalu pengen punya kekuatan bisa ngeliat hantu terus ngebayangin kalo Tuhan itu cakep banget semacam Yoo Seung Ho. Wkwkwkwk. Dan gue mengkhayal gitu berarti klo gue udah mati tar gue jadi bidadari surga dan ketemu sama para malaikat maut yang cakep-cakep. :D. Klo surga seindah itu, gue mau jadi orang baik-baik mulai sekarang, deh. Yuhuuu. Dan gue bakal buat cerita Arang and The Magistrate ala gue. Tunggu yoo. :)

Sabtu, 16 Februari 2013

Badan Keren Oppa :)

Ngomong-ngomong soal abs-nya badan-badan idol Korea emang udah gak asing lagi deh ya, sebut aja Lee Dong Wook, Choi Siwon hingga oppa kesayangan gue sendiri Ji Chang Wook yang berhasil mendapatkan body six pack yang WOW banget. Tadi siang juga gue baca liputan dari SIDOMI yang menulis 10 idol dan aktor dengan body six pack terunik, sayangnya oppa gue gak masuk T.T u,u
Tapi tenang saja, oppa gak pernah kalah dari idol manapun kok, oppa terus di hati gue.
Nih, nih, nih, beberapa foto badan seksi oppa. Jangan sampe kesengsem yoo :p



Salah satu foto di atas diambil dari salah satu scene di drama Bachelor Vegetable Store yang dibintangin sama oppa, yang lainnya dari majalah Men's Health yang gue lupa terbitan tahun dan bulan apa.
Sayangnya nih, berat badan oppa udah turun 40 kg demi memenuhi tokoh yang ia perankan di drama Five Finger, Yoo In Ha, jadi dia udah gak sekekar dulu lagi seperti dalam drama Warrior Baek Dong Soo. Tapi tetep aja oppa kekar banget ya. Lengannya itu loh, huaaaaa, seandainya gue direngkuh sama dia (ngimpi). Hahahaha...

-Giovani Trixie-

Chang Wook oppa main film baru?

Huahhhh, lama sudah gue gak nulis di blog sunyi gue ini soalnya gue lagi gak punya pikiran buat nulis apa gitu.Gue barusan abis browsing tentang Ji Chang Wook Oppa again dan gue ngedapetin beberapa foto serta video yang memperlihatkan entah itu film baru oppa atau sekedar movie video juga gue belum tau. Yang jelas itu video dan gambar memperlihatkan sebuah teaser film berjudul Speed / Sad Promises / It's Over yang dibintangin sama oppa. Di akun twitternya juga oppa sempet tag beberapa foto dari film ini cuma yang masih gue penasaran adalah kapan ini film benar-benar tayang dan pengen banget gue tonton. Gue cari-cari sinopsisnya juga belum ada jadinya gue gak tau ini film sebenernya tentang apaan. Sedikit kecewa sih karna gue ketinggalan berita oppa untuk yang pertama kalinya. Huaaaa.... Nih, beberapa foto yang gue dapet abis browsing berita terbaru oppa.




Sepertinya ini film udah tayang di Korea sono soalnya di posternya ditulis tanggal 7 Januari 2013 dan ini udah bulan Februari, di Indonesia belum ada. Hiks. Sumpah gue penasaran setengah mati.

-Giovani Trixie-

Minggu, 20 Januari 2013

The story of Yoo In Ha part 2

Setelah perjuangan yang panjang, akhirnya gue berhasil nyelesaiin 30 episode drama "FIve Finger" yang gak gue lahap semua juga. Banyak juga episode yang gue langkah-langkahin dan gue selalu berhenti saat ada scene pas Ji Chang Wook main agak lama begitu. Hehe. Puncak dari drama ini ada pada episode 15 yang bener-bener keren nurut gue karna semua masalah dipecahkan dalam episode ini sekaligus. Dimana Yoo In Ha akhirnya tunangan sama putri pianis dan komposer terkenal yang entah siapa namanya itu, gue lupa. Trus Yoo Ji Ho (yang udah diperanin sama Jo Ji Hoon) malah berbalik jadi jahat dengan bekerjasama dengan mantan pacarnya Chae Young Rang, Kim Jeong Wook. Mulai dari episode ini, satu per satu misteri mulai terbuka. Gue tetap aja selalu nunggu akting innocentnya si tokoh antagonis Yoo In Ha. Kali ini, gue bakal buat dalam versi orang pertama.
Aku dipaksa bertunangan dengan putri Professor Ha yang tak pernah kucintai sekalipun oleh ibu dengan alasan untuk menyelamatkan perusahaan, disaat yang sama aku tau bagaimana ayahku meninggal sesungguhnya. Hatiku hancur saat kutau bahwa ibulah yang membunuh ayah. Tapi, demi ayah aku akan menjalankan perusahaan seperti yang seharusnya aku lakukan. Dan juga aku tak pernah bisa meninggalkan ibu seorang diri karna dia akan hancur jika tanpaku. Untuk itu, maafkan aku ayah. Hatiku semakin sakit melihat wanita yang paling aku cintai, Hong Da Mi harus hidup menderita seperti sekarang karna kejadian waktu itu. Aku begitu menyesal dan ingin membayarnya sebagai rasa bersalah pada penyelamatku, ayahnya. Disaat aku memikirkan semua penyesalan yang ingin aku bayar, ibuku malah mendorongku untuk sekali lagi berbuat dosa padanya dengan membunuh oppa-nya yang sesungguhnya tak pernah ingin kulakukan. Dan untuk sekali lagi, Yoo Ji Ho harus membayar semua demi melindungiku. Aku frustasi akan semua ini tapi tak tau harus berlari kemana. Ibu bilang untuk diam dan tidak melakukan apapun, biarlah dia yang bergerak, tapi tetap saja hatiku gundah. Aku ingin sekali menyerahkan diriku yang berdosa ini kepada poloso dan menyelamatkan Yoo Ji Ho sekal saja. Tapi, egoku, ah, egoku. Dia menentang semua itu. Aku tak pernah bisa melakukannya dan aku malah bersenang-senang di atas penderitaan pria itu sekali lagi. Aku yang selalu hidup dalam bayang-bayangnya, membencinya entah sampai kapan, tapi ia selalu datang, berdiri di sampingku dan memanggilku dengan lembut, "Kau saudaraku, Yoo In Ha". Itulah yang ia lakukan saat hadir dalam pesta pertunanganku. Tapi aku malah merasa risih dan hatiku gelisah. Otakku terus berputar, berfikir tentang apa sebenarnya tujuan dia untuk kembali datang ke hadapan aku dan ibuku.
Entah sampai kapan aku harus merasa begitu saat melihatnya berdiri dihadapanku. Tapi, dia hanya tersenyum penuh arti dan bahkan bertingkah seolah tak pernah ada apapun yang terjadi diantara kami. Dan dengan sikapnya itu ia menipuku dan mulai menjatuhkan aku seperti yang pernah kulakukan padanya. Awalnya aku tak mengerti dan malah menentang semua yang ia lakukan. Ia malah berkata, "Aku hanya ingin kau membayar semua kesalahanmu sekarang, saudaraku, sebelum aku membuatnya lebih buruk dari ini." Untuk pertama kalinya ia mengancamku. Dan itu karna hatinya yang benar-benar telah terkoyak setelah perbuatan-perbuatan jahat yang aku dan ibuku lakukan padanya. Yoo Ji Ho, dia pria yang baik. Dia benar-benar sempurna, ia memiliki segalanya. Dan aku, siapa aku? Aku Yoo In Ha, yang selalu hidup dalam bayang-bayangnya, selalu membencinya, selalu ingin bersaing dengannya, Yoo In Ha yang sesungguhnya tak pernah pantas untuk ia sebut sebagai saudaranya. Dia mulai menghancurkanku, ya, dia memiliki hak itu. Hingga akhirnya perusahaan pun kembali lagi menjadi miliknya. Aku memang pada akhirnya selalu kalah darinya.
Bahkan pada akhirnya, ibuku kembali lagi padanya. Ia benar-benar beruntung karna ternyata ibuku adalah ibunya yang sebenarnya dan juga Kim Jeong Wook yang selama ini berdiri untuk membantunya, pria yang juga kubenci karna dengan lancang masuk dan mengambil perhatian ibu, adalah ayah kandungnya. Saat aku mengetahuinya. Mereka sekarang sungguh akan menjadi keluarga yang bahagia. Hatiku benar-benar hancur saat mengetahuinya. Dan aku hanya bisa menangis sendirian tanpa ada penopang yang mendengarkan keluh kesahku.
Semua yang aku punya kini bukan milikku lagi seutuhnya. Kadang aku bertanya pada Tuhan, apa aku terlahir ke dunia ini untuk melihat dan merasakan semua rasa sakit dan penderitaan ini? Disaat aku berharap untuk mendapatkan semuanya kembali, ibuku bahkan tak ada di sisiku. Nenek yang selama ini tak pernah kusukai malah berdiri untukku hingga akhir, menjadi batu penopang untuk hatiku yang benar-benar telah hancur. Dan disaat semua kurasa benar-benar tak akan berakhir, aku pergi kesana, menyerahkan diriku untuk membayar dosaku, berharap semua dapat menjadi lebih indah tanpa kehadiranku dan untuk dia, hyung-ku, aku ingin dia memiliki apa yang memang harus ia miliki.




-Yoo In Ha-




Kamis, 27 Desember 2012

Story of Yoo In Ha, main cast of "Five Fingers" korean drama

Akhirnya... gue nonton juga drama "five fingers" yang hampir 2 bulan gue tunggu tamatnya. Ya, walaupun cd bajakannya yang gue beli tapi cukuplah untuk memuaskan hasrat terpendam nonton ini drama dan alhamdulilah, gue udah mencapai episode 16 yang menurut gue adalah puncaknya ini drama menguras abis emosi gue. Hahaha. Yupz, dibandingkan episode lainnya, gue paling demen sama episode 16, dimana disitu tergambar dengan jelas gimana jahatnya si Chae Young Ra (Chae Si Ra). Disaat semua kejahatan dia hampir terungkap, wah, malah dia masih bisa berkelit gitu ya. Dan sekarang Yoo In Ha, anak kesayangannya Chae Young Ra, diperankan sama uri oppa Ji Chang Wook, malah ikut-ikutan ngebunuh orang. Huaaaaa Oppaaaaa, Why do you do that?! Ya, bukan karena Chang Wook oppa yang meranin, tapi sejak awal gue emang udah tertarik dengan karakter tokoh Yoo In Ha ini. Walaupun di drama ini dia jahat banget, tapi gak tau kenapa gue malah tertarik sama dia, nyehehe. Nah, disini gue bakal ngebahas semua pandangan gue tentang peran antagonis pertama Chang Wook Oppa, Yoo In Ha.
Yoo In Ha kecil diperankan oleh aktor cilik , Kim Ji Hoon. Dalam drama, Yoo In Ha adalah anak kandung dari mantan pianis terkenal, Chae Young Ra, dengan Presiden Direktur Instrument Boosung, Yoo Man Se, yang diperankan oleh aktor senior, Joo Min Ki. Yoo In Ha adalah pewaris sah Instrument Boosung milik ayahnya yang sah sebelum anak ayahnya yang lain, saudara tirinya, Yoo Ji Ho bergabung sebagai anggota keluarganya dan otomatis menjadi putra sulung Yoo Man Se, sekaligus Hyung-nya In Ha (..lengkapnya nonton drama Five Fingers episode 1..). Sedari kecil, In Ha udah hidup dekat dan sangat mengenal piano. Dia berlatih keras bersama dengan guru lesnya dan bimbingan dari ibunya, Chae Young Ra. Permainan piano In  Ha emang hebat banget, sampe-sampe ia dikenal sebagai pianis cilik yang hebat di sekolahnya dan sampe keluar. In Ha sangat sombong dan tak mau kalah dan kadang ia menjadi sangat mengerikan seperti ayahnya. Ia sangat mirip dengan ayahnya, Yoo Man Se, dan itu membuat ayahnya sendiri seakan tak  yakin dengan kemampuannya kelak untuk menjalankan perusahaan nantinya. Dan entah bagaimana (gue juga masih sedikit bingung), Yoo Man Se membawa Yoo Ji Ho, seorang yatim piatu yang tinggal bersama neneknya di pulau Jeju, dan mengakuinya sebagai putra kandung sulungnya. Yoo Man Se juga memaksa In Ha dan Chae Young Ra untuk mengakui Ji Ho sebagai anggota keluarga mereka yang sah (Ya, saat scene ini gue benci banget sama Yoo Man Se). Seperti yang udah gue bilang tadi, In Ha adalah anak dengan perangai yang sangat egois dan itu membuatnya tak bisa menerima kehadiran Ji Ho dengan mudah. Bukannya menganggap Ji Ho sebagai Hyung-nya, ia malah menganggap Ji Ho sebagai saingannya dan bertekad untuk mengalahkan Ji Ho di masa depan kelak. Ya, sejak Yoo Ji Ho memasuki hidupnya, terlebih saat Ji Ho mulai mengenal piano dan bakat luar biasanya tumbuh melebihi In Ha. Mengetahui bakat alami yang dimiliki Ji Ho, Yoo Man Se mengambil langkah pendek dan memutuskan Ji Ho sebagai pemilik Instrument Boosung selanjutnya dan dengan mudah menghapus nama In Ha dari daftar ahli warisnya (di scene ini gue jadi mikir kalo Yoo Man Se bakal jadi batu penghalang yang hebat buat uri oppa kedepannya dan gue benci banget sama tokoh ini -_-"). Hal ini membuat In Ha semakin membenci Ji Ho karena ia anggap hyung-nya itu sebagai batu penghalangnya sampe akhir, terlebih saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ibunya, orang yang paling ia cintai, berdiri untuk Ji Ho saat ia memperjuangkan haknya. In Ha merasa tak ada lagi orang yang berdiri di pihaknya, bahkan ibunya sendiri dan ia mulai hidup untuk membenci Ji Ho. Sebuah pertengkaran hebatnya dengan Ji Ho (episode 2-3) terbukti sebagai titik kehancurannya yang membuatnya mulai mencurangi hidup Ji Ho yang sebenarnya sangat tulus menyayanginya, dimana ibunya menyelamatkan Ji Ho dan bukan dia saat sebuah akuarium pecah akibat perkelahiannya dengan Ji Ho. Tangan In Ha terluka dan ia terancam tak bisa ikut lomba piano yang telah ia nantikan sejak lama. Tapi ada satu sisi baik In Ha yang menurut gue luar biasa. Yoo In Ha terlahir sebagai laki-laki yang pantang menyerah dan sangat percaya diri, dan malah sisi hebatnya inilah yang nantinya menghancurkannya. In Ha juga tak pernah ragu untuk menolong orang yang sangat ia cintai dan sifatnya yang satu ini juga terkadang menghancurkannya. Lanjut, tangan In Ha yang terluka tadi membuat ia mulai memikirkan cara terkotor untuk mengalahkan Ji Ho yang juga ikut serta dalam kompetesi piano itu. Pada minggu terakhir sebelum kontes dimulai, In Ha mengetahui bahwa tangannya yang terluka kini telah kembali normal, namun ia sengaja tak memberitahu siapa-siapa untuk memenangkan kontes dan mendapat penghargaan karena tangannya yang terluka tadi, intinya supaya dia dipandang dan mendapat perhatian dari juri karena kerja kerasnya, begitu. Dan, ya, In Ha memenangkan kontes itu, tentu saja dengan cara kotor karena sebelumnya ia merencanakan untuk mengusir Ji Ho dari pertandingan dengan membuat Ji Ho mengejar seorang wanita yang ia kira sebagai ibu kandungnya dan membuatnya datang terlambat saat kontes (di scene ini gue mulai membenci Yoo In Ha kecil). Tak ada yang mengetahui kebenaran bahwa In Ha menang karena kecurangan selain Ji Ho sendiri, hingga Yoo Man Se menghancurkan trophy penghargaan In Ha. Hal itu membuat In Ha semakin hancur, terlebih saat ia tahu ibunya sendiri kini tak berdiri untuknya lagi. In Ha pun mulai hidup untuk membenci ayahnya, terlebih saat ia meminta pengampunan dan diabaikan begitu saja oleh ayahnya yang dengan kejam mengatakan tak akan mengakuinya sebagai putranya lagi. Semuanya berlalu, In Ha tetap hidup sebisanya tanpa mengharapkan bantuan siapapun lagi. Ia berusaha untuk mandiri walaupun hatinya sakit dan kesepian karena tak seorangpun lagi yang berada di sisinya. Bahkan di detik-detik terakhir hidupnya diambang kematian pada sebuah tragedi kebakaran di rumahnya, ibunya malah menyelamatkan Yoo Ji Ho dan bukan dirinya. Karena tragedi ini, In Ha menderita luka bakar hebat dan membuat ia terancam akan cacat seumur hidup dan otomatis tak bisa memainkan piano lagi. In Ha mulai putus asa dan berniat untuk mengakhiri hidupnya, terlebih saat ia tahu bahwa ayahnya telah meninggal (In Ha memang sangat membenci ayahnya, namun tak seperti rasa bencinya pada Yoo Ji Ho). Tergambar pada episode 5, bagaimana hancurnya In Ha yang ingin melompati balkon rumah sakit yang tinggi dan Yoo Ji Ho terus berusaha untuk menolongnya (di scene-scene ini gue mulai ngerasa kasihan banget sama karakter oppa nantinya, hiks). Dan, ya, Yoo In Ha melompati balkon itu diiringi teriakan histeris Ji Ho dan ibunya yang kebetulan ada disitu juga. Scene terpotong dan melangkah maju ke 14 tahun kemudian, dimana Yoo Ji Ho dewasa, diperankan oleh Jo Ji Hoon, sedang mengotak-atik piano dan Yoo In Ha dewasa (uri oppa :*) datang dengan ciri khas jari kelingking tangan kirinya yang tak bisa ia gerakkan akibat dari kebakaran 14 tahun yang lalu. Cerita Yoo In Ha pun dimulai dari sekarang, Yoo In Ha dewasa yang hidup dalam keputusasaan dan luka masa kecilnya yang masih berbekas hingga kini.

..to be continued..

Ini dia si Yoo In Ha kecil, diperankan oleh Kim Ji Hoon 


-Giovani Trixie S-

Minggu, 23 September 2012

Update Drama Terbaru Ji Chang Wook "Five Fingers"

Gue emg obsesi banget pengen nonton ini drama. Kemaren pas gue ke toko kaset dan liat sampul kaset ini film ada 5 bintang yg tertera, wesss tertera... kayaknya ini drama bagus gimana gitu yaa, oke ini gue ada sedikit sinopsis drama ini dan beberapa foto Ji Chang Wook oppa buat drama ini...
Check this out...

Judul : 다섯 손가락 / Five Fingers
Dikenal juga sebagai : The Piano Forest
Genre : Romance, Musical, Melodrama
Episodes : 30
Tanggal Rilis : 18 Agustus 2012 (sedang tayang di Korea dan sekarang episode ke 12)
Sinopsis :
Drama ini menceritakan tentang sekelompok orang muda yang memiliki cerita masing-masing, namun mengejar impian yang hampir, nyaris sama. Disini diceritakan bahwa Yoo Ji Ho (Jo Ji Hoon) adalah seorang pianis hebat dengan permainan yang luar biasa di setiap penampilannya.
Di saat ia mencoba untuk mengatasi masa lalunya yang tragis serta bekas luka pada  masa kecilnya dalam mengejar impiannya, ia pun terjebak dalam persaingan sengit dengan seorang penerus kaya sebuah perusahaan ternama.

Cast :
Jo Ji Hoon as Yoo Ji Ho
Chae Si Ra as Chae Young Ran
Ji Chang Wook as Yoo In Ha 
Jin Se Yun as Hong Da Mi 

Beberapa Fakta "Five Fingers"
1. Pernah Di tuduh memplagiat sebuah novel karena alur cerita yg hampir sama berjudul "Murder Rhapsody"
2. Hong Da Mi awalnya diperankan oleh personil T-Ara Ham Eunjung, namun skandal T-Ara yg sedang heboh menbuat dia harus digantikan dengan Jin Se Yun yg sebelumnya juga pernah mendapat posisi seperti Eunjung, yakni menjadi pemeran utama lalu kemudian dikeluarkan dari produksi. 
3. Rating pada Episode 3 merupakan rating yang paling tertinggi. 

Nah... ini ada beberapa foto nya tapi maap yaa klo banyakan foto Ji Chang Wook oppa aja hehe

 Jo Ji Hoon as Yoo Ji Ho

 Chae Si Ra as Chae Young Ra
 Ji Chang Wook as Yoo In Ha
Jin Se Yun as Hong Da Mi 

Other Photos of "Five Fingers" Drama : 






Gue bakal nunggu drama ini keluar (kaset bajakannya bentar lagi juga keluar) hahaha... Udah gak sabar liat akting oppa di film ini :) *sekian*

Sources : DramaWiki